Ramalan Bintang terbaru Periode Juni 2010

RAMALAN BINTANG TERBARU

GEMINI (21 Mei–21 Juni)
Umum: Pada akhir minggu, ketegangan akan sedikit berkurang dan Anda dapat bersantai dan memanjakan diri. Menghabiskan sepanjang hari di spa akan sangat menyenangkan. Dan Anda melakukannya karena sejak awal pekan Anda sangat sibuk. Tapi Anda mesti tetap fokus pada hal yang sudah menjadi prioritas Anda. Siapkan diri jika rekan Anda membutuhkan banyak pertolongan dari Anda.

Cinta: Kini saatnya Anda beraksi. Jangan menunggu terlalu lama. Tunjukkan kemampuan hebat Anda dan buatlah si dia tergila-gila pada Anda. Jika memang kesibukan Anda menjadi alasan untuk menunda aksi, atur waktu sedemikian rupa sehingga si dia masih mendapat perhatian dari Anda. Sekurang-kurangnya, tersenyumlah. Itu akan membuat si dia tak bisa pergi jauh.

CANCER (22 Juni–22 Juli)

Umum: Banyak pekerjaan harus dilakukan sekaligus. Dan ini membuat Anda pusing. Tapi Anda harus tetap fokus. Jangan sampai Anda tergoda oleh rekan Anda yang usil. Bekerja dan bertanggung jawab terhadap tugas yang Anda emban merupakan suatu kehormatan. Jadi, mengapa harus mengeluh? Sekalipun berat, toh Anda tetap dipercaya.

Cinta: Kejujuran bisa sangat menyakitkan. Tapi Anda tak bisa terus-menerus bersedih dan cengeng. Hadapi semua dengan bijaksana dan dewasa, sekalipun fakta yang Anda temukan tidak mengenakan.

LEO (23 Juli–23 Agustus)

Umum: Ada seseorang yang iri pada keberhasilan Anda. Siap-siap menerima teguran dari atasan karena ulah teman itu. Jalan Anda tinggal selangkah lagi. Ada hasil yang diperoleh berkat kerja keras dan perjuangan Anda. Tetap semangat dalam menjalani semuanya.

Cinta: Romansa Anda pekan ini berjalan menarik. Anda dan si dia dapat nerbincang dan berbagi banyak hal. Nikmati dan manfaatkan situasi ini baik-baik. Jika sempat, Anda dan si dia bisa berlibur bersama pada akhir pekan ini.

VIRGO (22 Agustus–22 September)

Umum: Minggu ini suasana hati Anda sedang tidak nyaman. Anda lebih sensitif. Karena itu, Anda harus berhati-hati dalam berkomunikasi dan mengemukakan pendapat. Perhatikan pula hal detail dan hindari hasutan orang lain agar Anda tak terseret kepada masalah yang lebih besar.

Cinta: Pastikan Anda menyediakan waktu yang cukup untuk si dia. Hindari hal-hal yang dapat memicu masalah. Jika memang si dia membuat kesalahan kecil, maklumi saja. Kendalikan emosi Anda dan nikmati saja setiap momen bersama si dia.

LIBRA (23 September–22 Oktober)

Umum: Perhatikan Anda sangat diperlukan banyak orang minggu ini. Dan karena itu Anda akan sedikit kewalahan. Pastikan diri Anda siap menghadapi mereka. Jadilah pendengar yang baik. Walaupun Anda tetap tak bisa membantu mereka memecahkan masalah, setidaknya mendengarkan keluhan akan meringankan beban mereka.

Cinta: Si dia benar-benar membutuhkan perhatian Anda. Dia ingin dekat dengan Anda. Sekalipun Anda sibuk, Anda harus tetap memperhatikan dia. Manfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin, sehingga si dia tak merasa tak diperhatikan.

SCORPIO (23 Ooktober–21 November)

Umum: Ide Anda mungkin agak berbeda dan lebih maju dibanding orang lain. Saatnya memberi tahu atasan tentang ide tersebut. Dan Anda harus siap apakah ide itu ditolak atau diterima. Kerja keras Anda sungguh memuaskan.

Cinta: Ajaklah dia ke tempat dan suasana yang baru. Ini salah satu cara yang baik untuk membangun sebuah hubungan yang lebih kuat. Tangguhkan barang sejenak kesibukan Anda dan berjalanlah bersama dia.

SAGITARIUS (22 November–21 Desember)

Umum: Kesempatan terbuka lebar di depan mata. Saatnya mempertimbangkan apakah diterima atau tidak. Banyak yang bilang kesempatan datangnya hanya sekali. Tapi tak ada salahnya Anda memikirkannya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
Cinta: Kata kunci Anda pekan ini adalah sabar. Jika Anda sabar menghadapi apapun yang terjadi pekan ini, hubungan Anda dengan si dia akan baik-baik saja. Jika tidak, masalah akan muncul.

CAPRICORN (22 Desember–19 Januari)

Umum: Jangan terlalu sensitif. Jangan terlalu berpikir yang negatif. Ingat, segala sesuatu yang terjadi punya alasan, motivasi, dan tujuan. Berpikirlah secara jernih. Introspeksi diri adalah cara terbaik.
Cinta: Seimbangkan antara penampilan dan tingkah laku Anda. Jangan sampai membuat si dia hilang rasa karena Anda terlalu cuek pada penampilan Anda. Benar bahwa cinta tak memandang penampilan. Tapi Anda harus tahu bahwa apa yang ada di dalam hati Anda bisa direpresentasikan oleh penampilan Anda.

AQUARIUS (20 Ajnuari–18 Februari)

Umum: Tetaplah berkonsentrasi pada tugas dan pekerjaan Anda. Jangan terlalu santai karena tugas Anda berat dan banyak. Tepis semua keraguan dan percayalah bahwa Anda bisa menghadapi semuanya. Rasa percaya diri adalah gerbang kepada kesuksesan.

Cinta: Hubungan Anda dan si dia berjalan baik-baik saja. Tak ada masalah. Meskipun demikian, Anda tetap harus meluangkan waktu untuk mendengarkan perasaannya. Mengabaikannya sama dengan memancing masalah.

PISCES (19 Februari–20 Maret)

Umum: Bagaimana Anda bisa maju jika Anda tak berani melangkah dan mengubah sikap? Keberanian untuk berubah adalah langkah awal untuk meraih kesuksesan. Kerjakan semua tugas Anda dengan sepenuh hati. Dan bersabarlah ketika menghadapi apapun yang tak enak. Itu kunci Anda pekan ini.

Cinta: Mengapa masalah muncul? Karena komunikasi macet. Sekalipun Anda punya seabrek kegiatan, jangan lupa untuk berkomunikasi dengannya. Kalau tak bisa bertemu langsung telepon dan mengirim SMS sudah cukup. Itu bukti bahwa Anda memperhatikannya.

ARIES (21 Maret–19 April)

Umum: Komunikasi adalah kunci Anda untuk menyelesaikan masalah pekan ini. Kalau ternyata Anda tak siap menghadapi banyak hal seorang diri, bagikan kepada teman, sahabat, rekan, atau saudara Anda. Kehadiran mereka membuat beban Anda berkurang.

Cinta: Yang Anda butuhkan adalah cepat tanggap terhadap situasi yang ada. Jika memang si dia sedang tidak mau diajak berbicara atau dan berdiskusi tentang hal yang serius, jangan memaksakan diri. Jangan terlalu mengintimidasi si dia.

TAURUS (20 April–20 Mei)

Umum: Awal pekan jelas bukan saat yang tepat untuk mengambil atau membuat keputusan. Mengapa? Karena ada hal yang mengganggu pikiran Anda. Yang Anda butuhkan adalah menenangkan diri sampai Anda dapat berpikir lebih jernih.

Cinta: Mencintai seseorang tidak sama dengan selalu berada di sampingnya. Jika tidak, dia tak akan merasa nyaman. Alih-alih nyaman, si dia bisa-bisa merasa tertekan dan selalu disetir. Berikan dia ruang dan waktu. Ada waktunya Anda dan si dia.

Ditulis dalam Tak Berkategori. Leave a Comment »

Istilah kata dalam akuntansi

I. istilah kata dalam akuntansi:

Dalam bab ini saya akan memberikan pengetahuan sedikit tentang arti2 kata dalam istilah akuntansi yang biasa kita temui dalam setiap kegiatan perbankan maupun Ekonomi sehari-hari.

Adapaun istilah-istilah tersebut saya rangkum dalam bab ini yang dapat dengan mudah di mengerti oleh kalangan awam sekalipun.

  • Aktiva Lancar : Aktiva yang dimiliki perusahaan yang dapat segera berubah menjadi uang tunai. Termasuk dalam kelompok ini adalah Piutang Dagang, Deposito, Piutang Wesel dan Persediaan.
  • Aktiva Tetap : Aktiva atau harta perusahaan yang tidak bergerak. Masuk dalam kelompok ini Tanah, Bangunan, Mesin dan Peralatan serta Kendaraan.
  • EPS (Earning Per Share) : Rasio ini menggambarkan jumlah laba yang dihasilkan oleh perusahaan untuk tiap saham yang diterbitkan.
  • Anggota Bursa : Perantara perdagangan Efek atau Pedagang Efek yang telah menjadi anggota Bursa Efek Indonesia baik BEJ maupun BES.
  • Annual Meeting (Rapat Tahunan) : Rapat satu tahunan para manajer perusahaan yang melaporkan kepada para pemegang saham tentang hasil kegiatan perseroan selama tahun berjalan. Di dalam rapat ini biasanya dibahas juga tentang pemilihan Dewan Direksi untuk tahun yang akan datang. Pejabat pimpinan pelaksana biasanya memberikan ulasan pandangan untuk tahun yang akan datang dan bersama pejabat senior menjawab pertanyaan para pemegang saham.
  • Annual Report (Laporan Tahunan) : Suatu laporan resmi mengenai keadaan keuangan Emiten dalam jangka waktu 1 tahun. Termasuk di dalam laporan ini antara lain Neraca Perusahaan, Laporan Laba/Rugi dan Neraca Arus Kas. Laporan ini harus disampaikan kepada para pemegang saham untuk disetujui didalam RUPS untuk selanjutnya disahkan sebagai laporan tahunan resmi perusahaan.
  • Ask Price : Harga terendah yang ditawarkan untuk menjual.
  • Atas Nama : Dituliskannya nama dari pemilik Efek tertentu pada sertifikat Efek tersebut sebagai suatu tanda kepemilikan Efek. Contoh : saham atas nama, berarti nama yang tertulis di dalam sertifikat saham tersebut adalah pemiliknya.
  • Atas Unjuk : Tidak ditunjukkannya nama dari pemilik Efek, dengan demikian siapa saja yang membawa Efek tersebut dapat mengaku dan sah menjadi pemilik Efek tersebut.
  • BV (Book Value / Nilai Buku Saham) : Menggambarkan perbandingan total dana pemegang saham terhadap jumlah saham.
  • Bid Price : Harga tertinggi yang diminta untuk membeli.
  • Broker (Pialang) : Pihak yang melaksanakan eksekusi baik pembelian maupun penjualan saham berdasarkan amanat dari investor. Untuk jasanya dia akan memperoleh komisi dari investor.
  • Capital Gain : Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual dari suatu Efek, terjadi bila harga jual lebih besar dari harga beli.
  • Capital Loss : Lawan dari Capital Gain, terjadi bila harga jual lebih rendah dari harga beli suatu Efek.
  • DER (Debt to Equity Ratio / Rasio Hutang atas Modal) : Menggambarkan struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan, dengan demikian dapat dilihat struktur resiko tidak tertagihnya hutang. Makin kecil angka rasio ini makin baik.
  • Delisting : Penghapusan Efek dari daftar Efek yang tercatat di Bursa sehingga Efek tersebut tidak dapat lagi diperdagangkan di Bursa. Saham-saham yang telah di delist tetap dapat diperdagangkan di luar bursa dan status emiten tersebut tetap sebagai perusahaan publik.
  • Derivatif : Efek turunan dari sebuah Efek utama.
  • Dilusi : Menurunnya prosentase kepemilikan dari pemegang saham suatu perusahaan sebagai akibat dari bertambahnya jumlah saham yang beredar.
  • Dividen : Bagian keuntungan perusahaan yang diberikan kepada pemegang saham.
  • Dividen Final : Pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham yang telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang merupakan bagian dari penggunaan laba perusahaan untuk suatu tahun buku tertentu.
  • Dividen Interim : Pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham yang sifatnya sementara (belum final) yang diputuskan oleh Direksi perusahaan.
  • Efek : Surat berharga yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, unit penyertaan kolektif kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif dari efek.
  • Emiten : Pihak atau perusahaan yang menawarkan efeknya kepada masyarakat melalui penawaran umum.
  • Gagal Bayar : Istilah dalam penyelesaian transaksi dimana Pialang Beli tidak mampu membayar sejumlah dana sehubungan dengan saham yang dibelinya pada waktu yang ditentukan yaitu (T+4).
  • Gagal Serah : Istilah dalam penyelesaian transaksi dimana Pialang Jual tidak mampu menyerahkan saham yang dijualnya pada waktu yang telah ditentukan yaitu (T+4).
  • Go Public : Suatu perusahaan yang baru pertama kali menawarkan saham-sahamnya kepada masyarakat pemodal.
  • Harga Pembukaan (Open) : Harga yang terjadi pertama kali pada saat jam Bursa dibuka.
  • Harga Penutupan (Close) : Harga yang terjadi terakhir pada saat akhir jam Bursa.
  • Harga Terendah : Harga suatu saham yang paling rendah terjadi pada satu hari Bursa.
  • Harga Tertinggi : Harga suatu saham yang paling tinggi terjadi pada satu hari Bursa.
  • Harga Perdana : Harga pada waktu pertama kali suatu efek dikeluarkan/ditawarkan kepada masyarakat.
  • Hutang Jangka Panjang : Hutang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun.
  • Hutang Lancar (Kewajiban Lancar) : Hutang perusahaan kepada pihak lain yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari 1 (satu) tahun.
  • Indeks Harga Saham : Indikator utama yang menggambarkan pergerakan harga saham.
  • Kliring : Proses penentuan hak dan kewajiban Anggota Kliring yang timbul atas transaksi bursa yang dilakukan di Bursa Efek. Tujuan dari proses kliring adalah agar masing-masing Anggota Kliring mengetahui hak dan kewajibannya baik berupa efek maupun uang untuk diselesaikan pada tanggal penyelesaian.
  • Laba Bersih : Merupakan keuntungan bersih perusahaan setelah dikurangi kewajiban pajak kepada pemerintah.
  • Laba Ditahan (Saldo Laba) : Akumulasi dari laba perusahaan pada tahun sebelumnya yang tidak dibagikan sebagai Dividen.
  • Laporan Laba Rugi : Laporan yang menyajikan hasil-hasil operasi dari suatu satuan usaha untuk suatu periode pelaporan. Dalam laporan ini diikhtisarkan aktivitas-aktivitas usaha untuk suatu periode tertentu dan melaporkan juga laba atau rugi bersih hasil operasi dan dari aktivitas tertentu lainnya.
  • Long Term Debt to Equity Ratio (Rasio Hutang Jangka Panjang atas Modal) : Menggambarkan struktur modal yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk menjamin hutang jangka panjang.
  • Manajer Investasi : Pihak yang mendapat izin dari Bapepam untuk mengadakan kegiatan usaha mengelola Portfolio Efek bagi para nasabah atau mengelola Portfolio Investasi kolektif untuk sekelompok nasabah.
  • Modal Dasar : Modal yang tercantum dalam Anggaran Dasar perusahaan dan harus dipenuhi dalam jangka waktu selambat-lambatnya sepuluh tahun.
  • Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Modal yang berasal dari pemegang saham yang telah menyetorkan penyertaannya kepada perusahaan.
  • Tanggal Pengembalian Uang Pesanan (Refund) : Suatu tanggal dimulainya pengembalian uang kepada pemesan yang terkena penjatahan atau yang pesanannya tidak terpenuhi seluruhnya.
  • Tanggal Penyerahan Surat Kolektif Saham : Suatu tanggal dimana perusahaan melalui penjami emisinya berkewajiban untuk menyerahkan Surat Kolektif Saham kepada para pemesan sesuai dengan hasil penjatahan.
  • Total Aktiva : Penjumlahan dari aktiva lancar dan aktiva tetap yang merupakan harta perusahaan secara keseluruhan.
  • Total Debt to Total Capital Assets : Mengambarkan aktiva yang dipergunakan oleh perusahaan untuk menutup hutang baik jangka pendek maupun jangka panjang.
  • Transaksi Bursa : Transaksi yang dilakukan oleh Anggota Bursa yang tertuang dalam bentuk kontrak kesepakatan dengan Bursa Efek. Kontrak tersebut mencakup : (a) Jual beli Efek (saham maupun instrumen lainnya) (b) Pinjam meminjam Efek (c) Kesepakatan lain mengenai Efek dan harga Efek.
  • Transaksi di Luar Bursa : Transaksi Efek yang dilakukan di luar Bursa dan tidak diatur oleh Bursa. Transaksi ini antara lain dilakukan: (a) Antara Perusahaan Efek (b) Perusahaan Efek dengan pihak lain yang tidak diatur oleh Bursa Efek (c) Antar pihak yang bukan Perusahaan Efek (individu/lembaga pemegang saham tersendiri).
  • Waran : Efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegang Efek untuk memesan/membeli saham perusahaan tersebut pada harga tertentu setelah 6 bulan atau lebih. Dalam prakteknya terkadang penerbitan waran dilakukan bersamaan dengan penerbitan saham dimana waran tersebut digunakan sebagai insentif atau pemanis (sweetener). Selain diterbitkan bersama saham, waran juga bisa diterbitkan bersama obligasi.
  • Agio : Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai par suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.
  • Neraca : Laporan yang menggambarkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu, yang berisi tentang kekayaan, kewajiban dan keterangan tentang modal perusahaan.
  • Net Profit Margin : Rasio ini mengukur seberapa besar sumbangan penjualan terhadap laba bersih perusahaan. Rasio ini makin besar makin baik.
  • Nilai Nominal Saham : Suatu nilai yang menunjukkan besarnya modal suatu perusahaan yang dimual dalam Anggaran Dasar perusahaan tersebut. Nilai ini akan dicantumkan pada setiap saham yang diterbitkan.
  • Modal Sendiri : Jumlah keseluruhan dari Modal Ditempatkan,Agio Saham dan Laba Ditahan serta selisih penilaian aktiva bila ada.
  • Odd Lot : Satuan jumlah saham yang jumlahnya lebih kecil dari satuan perdagangan saham di Bursa Efek, sehingga jumlah tersebut tidak dapat diperdagangkan di pasar regular. Satuan perdagangan saham di BEJ adalah 500 saham (non-Bank) dan 5000 saham (Bank).
  • Operating Profit Margin : Rasio ini mengukur sebesar besar sumbangan penjualan terhadap laba operasi ini. Rasio ini makin besar makin baik.
  • Pasar Negosiasi : Pasar dimana perdagangan Efek dilakukan oleh Anggota Bursa dan KPEI yang ingin menjual dan membeli efek melalui kesepakatan antara Anggota Bursa Efek Jual dan Anggota Bursa Efek Beli.
  • Pasar Perdana (Primary Market) : Penjualan Efek untuk pertama kali kepada publik atau pada saat IPO (Initial Public Offering).
  • Pasar Reguler : Pasar dimana perdagangan Efek dilakukan oleh Anggota Bursa yang ingin menjual atau membeli Efek yang penyelesaiannya dilakukan pada hari (T+4), dan harga penutupan terakhirnya dibentuk oleh JATS dengan sistem “continous auction”, Harga di Pasar Reguler inilah yang dijadikan patokan bagi perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
  • Pasar Segera : Perdagangan Efek yang dilakukan oleh Anggota Bursa Efek dan KPEI yang ingin menjual atau membeli Efek yang penyelesaiannya dilakukan pada Hari Bursa berikutnya setelah terjadinya Transaksi Bursa (T+1).
  • Pasar Sekunder (Secondary Market) : Istilah yang menunjukkan kegiatan perdagangan Efek setelah diterbitkan dan dijual untuk pertama kali (emisi baru), jadi dilakukan setelah pasar perdana atau lebih dikenal sebagai perdagangan di Bursa Efek.
  • Pasar Tunai : Pasar yang disediakan bagi Anggota Bursa Efek dan KPEI yang ingin menjual atau membeli Efek yang penyelesaiannya dilakukan pada Hari Bursa yang sama dengan terjadinya Transaksi Bursa (T+0)
    Penasehat Investasi :Orang atau perusahaan yang mendapat izin resmi dari Bapepam untuk bertindak sebagai pemberi nasehat.
  • Perantara Pedagang Efek : Perusahaan yang bertindak sebagai perantara bagi pemodal yang ingin membeli atau menjual Efek di pasar modal atau bursa. Perusahaa yang sama dapat pula membeli atau menjual efek atas namanya sendiri, bilamana ia bertindak bukan lagi sebagai perantara tetapi sebagai pedagang.
  • Perusahaan Efek : Perusahaan yang melakukan kegiatan investasi sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek dan Manajer Investasi.
  • Perusahaan Publik :Perusahaan yang sahamnya telah dimiliki oleh sekurang-kurangnya 300 (tiga ratus) pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp 3.000.000.000 (tiga milyar rupiah) atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
  • Perusahaan Tercatat (Listed Company) : Perusahaan yang saham-sahamnya tercatat atau terdaftar dan dapat diperdagangkan pada suatu Bursa Efek. Masing-masing Bursa Efek mempunyai persyaratan tersendiri bagi suatu perusahaan yang akan tercatat di Bursa tersebut.
  • PBV : Price to Book Value : Menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham saham suatu perusahaan. Makin tinggi rasio ini berarti pasa percaya akan prospek perusahaan.
  • PER : Price to Earning Ratio : Menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. PER dihitunga dalam satuan kali. Bagi investor, semakin kecil PER semakin bagus karena berarti saham tersebut relatif murah.
  • Prospektus :Setiap informasi tertulis sehubungan dengan Penawaran Umum dengan tujuan agar pihak lain membeli Efek. Biasanya berisi semua rincian dan fakta material mengenai Penawaran Umum dan Emiten
    Rasio Cepat (Quick Ratio atau Acid Test Ratio) :Menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid (dengan mengeluarkan pos persediaan dan uang muka biaya dari aktiva lancar) mampu membiayai hutang lancar.
  • Rasio Lancar (Current Ratio) : Menunjukkan sejauh mana aktiva lancar dapat menutupi kewajiban lancar.
  • Rasio Likuiditas : Menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendek setiap kali jatuh tempo.
  • Rasio Saham (Stock Ratio) : Menggambarkan kinerja saham sebagai bentuk penyertaan dalam perusahaan.
  • Rasio Solvabilitas : Menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua kewajiban (lancar maupun jangka panjang) atau kewajiban-kewajiban apabila perusahaan dilikuidasi.
  • Rasio Profitabilitas (Rentabilitas atau Rasio Kemampulabaan) : Menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba denga kemampuan dan sumber yang dimiliki meliputi : kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan dan sebagainya.
  • Reksadana (mutual fund) : Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek oleh Manajer Investasi.
  • Return on Equity (ROE) : Menggambarkan seberapa besar sumbangan keuntungan terhadap pemegang saham.
  • Return on Investment (ROI) : Menggambarkan seberapa besar laba atau return yang diperoleh atas investasi dalam bentuk aset perusahaan.
  • Right Issue (Penawaran Umum Terbatas) : Merupakan salah satu bentuk peningkatan modal disetor suatu perseroan. Dalam Right Issue, perusahaan menawarkan hak (right) kepada pemegang saham yang ada untuk mendapatkan saham baru yang tentu saja berarti menyetor modal dengan rasio tertentu sehingga memperoleh kesempatan untuk mempertahankan persentask kepemilikan sahamnya di dalam suatu perusahaan. Jika pemegang saham tersebut tidak mengambil haknya, maka ia dapat menjual haknya tersebut kepada investor lain. Dengan demikian di pasar modal dikenal perdagangan right.
  • Saham : Bukti penyertaan modal di suatu perusahaan atau merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.
  • Short Selling : Penjualan saham oleh seseorang dimana penjual tersebut tidak memiliki Efek tersebut atau menjual Efek yang dipinjam dari pihak lain. Hal ini sebenarnya riskan karena setiap kenaikan harga merupakan kerugian bagi investor.
  • Suspend (Suspensi) : Penghentian sementara perdagangan suatu saham di Bursa Efek. Penghentian ini dapat disebabkan karena permintaan Emiten sendiri atau merupakan keputusan Bursa dalam rangka memberikan perlindungan kepada investor dan dapat pula karena pengenaan sanksi oleh Bursa Efek kepada suatu Emiten
    Scripless Trading :Sistem perdagangan tanpa warkat.
  • Tanggal Akhir Penjatahan (Allotment Date) : Suatu tanggal dimna hasil akhir dari proses penjatahan atas pesanan Efek akan diumumkan kepada masyarakat. Penjatahan akan muncul apabila jumlah pesanan atas Efek melebihi dari jumlah Efek yang ditawarkan.
  • Tanggal Efektif : Suatu tanggal yang menunjukkan tanggal dikeluarkannya Surat Pernyataan Efektif oleh Bapepam, berdasarkan surat tersebut maka perusahaan dapat melakukan Penawaran Umum kepada masyarakat.
  • Tanggal Pencatatan (Listing Date) : Suatu tanggal dimana suatu Efek mulai dicatatkan atau didaftarkan pada suatu Bursa Efek, yang berarti mulai tanggal itu pula Efek tersebut dapat diperdagangkan di Bursa Efek tersebut.
Ditulis dalam akuntansi. 2 Comments »

Laporan Keuangan

LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian dan Komponen Laporan Keuangan

Laporan Keuangan merupakan bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada publik yang merupakan ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan koperasi yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1, tujuan pembuatan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja arus kas koperasi yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan keuangan serta menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.

“Laporan keuangan koperasi terdiri dari neraca, perhitungan hasil usaha, laporan arus kas, laporan promosi ekonomi anggota dan catatan atas laporan keuangan”

(Ikatan Akuntan Indonesia, 2002:27.12). Penjelasan dari masing-masing laporan keuangan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Neraca

Neraca disajikan dengan memuat informasi mengenai aktiva, kewajiban dan ekuitas koperasi pada waktu tertentu.

  1. Perhitungan Hasil Usaha

Perhitungan hasil usaha menyajikan informasi mengenai pendapatan dan beban koperasi pada periode tertentu yang menghasilkan sisa hasil usaha. Sisa hasil usaha ini diperoleh dari hasil usaha dari anggota, laba atau rugi kotor dengan non anggota. Perhitungan hasil usaha mengingat manfaat dari usaha koperasi tidak semata-mata diukur dari sisa hasil usaha atau laba, tetapi lebih ditentukan pada manfaat bagi anggota.

  1. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas menyajikan informasi mengenai perubahan kas untuk arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

  1. Laporan Promosi Ekonomi Anggota

Laporan ini memperlihatkan manfaat ekonomi yang diperoleh anggota koperasi selama periode tertentu. Laporan promosi ekonomi anggota mencakup 4 unsur yaitu:

  1. Manfaat ekonomi dari pembelian barang atau pengadaan jasa bersama.
  2. Manfaat ekonomi dari pemasaran dan pengolahan bersama.
  3. Manfaat ekonomi dari simpan pinjam lewat koperasi.
  4. Manfaat ekonomi dari pembagian sisa hasil usaha.
  1. Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan ini memberikan informasi yang memuat perlakuan akuntansi antara lain: pengakuan pendapatan dan beban sehubungan dengan transaksi koperasi anggota dan non anggota, kebijakan akuntansi tentang aktiva tetap, penilaian persediaan, piutang dan sebagainya serta informasi lain mengenai laporan keuangan yang disajikan.

2.2. Laporan Arus Kas

2.2.1. Pengertian Laporan Arus Kas

“Laporan Arus Kas melaporkan penerimaan kas, pembayaran kas dan perubahan bersih pada kas yang berasal dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dari suatu perusahaan selama satu periode dalam suatu format yang merekonsiliasikan saldo awal dan akhir” (Herman Wibowo, 2002: 247).

Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.2 dinyatakan bahwa “Perusahaan harus menyusun laporan arus kas sesuai persyaratan dalam pernyataan ini harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan” (Ikatan Akuntan Indonesia, 2002: 2.12)

2.2.2. Kas dan Setara Kas

Sesuai dengan PSAK No.2 “Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro” (Ikatan Akuntan Indonesia, 2002:2.2). Kas aktiva lancar yang digunakan sebagai alat pembayaran yang siap dipergunakan kapan saja, yang dapat berupa uang tunai maupun rekening bank.

“Setara Kas adalah investasi yang sifatnya sangat liquid, berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan” (Ikatan Akuntan Indonesia, 2002:2.2).

2.3. Tujuan dan Kegunaan Laporan Arus Kas

2.3.1. Tujuan Laporan Arus Kas

  1. Memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas suatu kesatuan selama satu periode.
  2. Memberikan informasi atas dasar kas mengenai aktivitas operasi, investasi dan pendanaannya.

2.3.2. Kegunaan Laporan Arus Kas

Informasi dalam laporan arus kas akan membantu pihak-pihak yang berkepentingan dalam melakukan penilaian terhadap:

1.  Kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas bersih masa depan.

2. Kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya, kemampuannya membayar deviden, dan kebutuhannya untuk pendanaan ekstern.

3.  Alasan perbedaan antara laba bersih dan penerimaan serta pembayaran kas yang berkaitan.

  1. Pengaruh pada posisi keuangan suatu perusahaan dari transaksi investor dan pendanaan kas dan non kasnya selama satu periode.

2.4. Klasifikasi Laporan Arus Kas

Laporan arus kas mengklasifikasikan penerimaan kas dan pembayaran kas menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Karakteristik transaksi dan kejadian lain dari setiap jenis aktivitas adalah sebagai berikut:

  1. Aktivitas Operasi

Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indicator yang menentukan apakah dari operasinya perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar deviden dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber pendanaan dari luar (Ikatan Akuntan Indonesia 1994: 2.3).

Arus kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas penghasil utama perusahaan. Beberapa contoh arus kas dari aktivitas operasi adalah:

  1. Penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa.
  2. Penerimaan kas dari royalti, fee, komisi dan pendapatan lain.
  3. Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa.
  4. Pembayaran kas kepada karyawan.
  1. Aktivitas Investasi

“Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencermikan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan” (Ikatan Akuntan Indonesia 2002: 2.4). Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah:

  1. Pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak berwujud, aktiva jangka panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aktiva tetap yang dibangun sendiri.
  2. Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan dan peralatan, aktiva tak berwujud dan aktiva jangka panjang lain.
  3. Perolehan saham atau instrument keuangan perusahaan lain.
  1. Aktivitas Pendanaan

“Pengungkapan terpisah arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan perlu dilakukan sebab berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan” (Ikatan Akuntan Indonesia 2002: 2.5).

Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah:

  1. Penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya.
  2. Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham perusahaan.
  3. Penerimaan kas dari emisi obliges, pinjaman, wesel, hipotik dan pinjaman lainnya.

2.5. Sumber Informasi, Pendekatan dan Langkah-langkah Penyusunan Laporan Arus Kas

2.5.1. Sumber Informasi Penyusunan Laporan Arus Kas

  1. Neraca Perbandingan

Neraca perbandingan adalah neraca dua periode akuntansi yang berurutan yang menyajikan informasi mengenai perubahan aktiva, kewajiban dan ekuitas dari awal ke akhir periode.

  1. Perhitungan Hasil Usaha Tahun Berjalan

Perhitungan hasil usaha tahun berjalan menyajikan informasi mengenai pendapatan dan beban-beban usaha dan beban perkoperasian selama priode tertentu. Perhitungan hasil usaha menyajikan hasil akhir yang disebut sisa hasil usaha. Sisa hasil usaha diperoleh mencakup hasil usaha dengan anggota dan laba atau rugi kotor dengan non anggota.

  1. Data Transaksi Terpilih

Data ini diperoleh dari buku besar yang memberikan informasi terinci tambahan yang diperlukan untuk menentukan bagaimana kas disediakan atau digunakan selama periode itu.

2.5.2. Pendekatan Penyusunan Laporan Arus Kas

  1. Pendekatan Kertas Kerja

Pendekatan ini lebih baik digunakan dalam penyusunan laporan arus kas apabila banyak penyesuaian yang diperlukan, atau ada faktor-faktor lain yang menyulitkan.

Pedoman penting dalam menggunakan kertas kerja adalah:

  1. Dalam seksi perkiraan neraca, perkiraan dengan saldo debet dicantumkan terpisah dari yang bersaldo kredit.
  2. Bagian bawah kertas kerja terdiri dari seksi aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
  3. Pos-pos rekonsiliasi yang ditunjukkan dalam kertas kerja tidak dimasukkan dalam suatu jurnal ataupun diposkan dalam suatu perkiraan.

Langkah-langkah penyusunan kertas kerja adalah sebagai berikut:

  1. Masukkan perkiraan neraca dan saldo awal serta akhirnya dalam seksi perkiraan neraca.
  2. Masukkan data yang menjelaskan dalam perkiraan neraca (selain kas) dan pengaruhnya pada laporan arus kas dalam kolom rekonsiliasi kertas kerja.
  3. Masukkan kenaikan dan penurunan kas pada baris kas dan pada dasar kertas kerja. Pemasukan ini memungkinkan total dari kolom rekonsiliasi akan cocok.
  1. Pendekatan Perkiraan T

Pendekatan ini memberikan metode yang cepat dan sistematik untuk mengumpulkan informasi tepat yang harus disajikan dalam format laporan arus kas formal. Langkah-langkah yang digunakan dalam pendekatan ini adalah sebagai berikut:

  1. Tentukan kenaikan dan penurunan kas pada periode itu
  2. Poskan kenaikan atau penurunan ke perkiraan-T kas dan menetapkan enam klasifikasi dalam perkiraaan ini: kenaikan operasi, investasi dan pendanaan. penurunan operasi, investasi dan pendanaan.
  3. Tentukan dan poskan setiap kenaikan dan penurunan dalam setiap perkiraan non-kas
  4. Susun kembali ayat-ayat dalam perkiraan non-kas dan membukukannya ke dalam perkiraan non-kas yang terpengaruh.

2.5.3. Langkah-langkah Penyusunan Laporan Arus Kas

Langkah-langkah pokok penyusunan laporan arus kas adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan perubahan dalam kas

Prosedur ini bersifat langsung karena perbedaan antara saldo awal dan saldo akhir kas dapat dengan mudah dihitung dari pemeriksaan atas neraca perbandingan.

  1. Menentukan arus kas bersih dari aktivitas operasi

Dalam prosedur ini melibatkan analisis tidak hanya perhitungan hasil usaha tahun berjalan tetapi juga neraca perbandingan dan data transaksi terpilih.

  1. Menentukan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan

Semua perubahan lain dalam perkiraan neraca harus dianalisis guna menentukan pengaruhnya pada kas.

2.6. Penyajian Laporan Arus Kas

2.6.1. Penyusunan Laporan Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi

Prosedur ini merupakan penganalisisan perhitungan laba rugi tahun berjalan, neraca perbandingan dan data transaksi terpilih. Perusahaan melaporkan arus kas dari aktivitas operasi menggunakan salah satu metode berikut:

  1. Metode Langsung

Dalam metode ini sumber kas operasi dan penggunaan kas operasi dalam laporan arus kas ditentukan terlebih dahulu. Sumber utama kas operasi adalah kas yang diterima dari pelanggan sedangkan penggunaan utama dari kas operasi meliputi kas yang dibayarkan kepada pegawai. Informasi mengenai kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto dapat diperoleh dari:

  1. Catatan akuntansi perusahaan.
  2. Dengan menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan dan pos-pos lain dalam laporan laba rugi untuk:

1)   Perubahan persediaan, piutang usaha dan hutang usaha selama periode berjalan.

2)    Pos bukan kas lainnya.

3)    Pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan.

  1. Metode Tidak Langsung

Metode ini menyesuaikan laba bersih dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan (deferral) atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan masa depan dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi ditentukan dengan menyesuaikan laba serta rugi bersih dari pengaruh:

  1. Perubahan persediaan dan piutang usaha serta hutang usaha selama periode berjalan.
  2. Pos bukan kas seperti penyusutan, penyisihan, pajak yang ditangguhkan, keuntungan dan kerugian valuta asing yang belum direalisasi, laba perusahaan asosiasi yang belum dibagikan dan hak minoritas dalam laba rugi konsolidasi.
  3. Semua pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.

2.6.2. Penyusunan Laporan Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Penyusunan laporan arus kas dari aktivitas investasi dapat dilakukan dengan cara:

  1. Membandingkan investasi jangka panjang.
  2. Berdasarkan perubahan teresebut, dapat ditentukan pengaruhnya terhadap kas yaitu apabila investasi bertambah maka merupakan penggunaan kas dan apabila investasi berkurang maka merupakan penerimaan kas.

2.6.3. Penyusunan Laporan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Penyusunan laporan arus kas dari aktivitas pendanaan dapat dilakukan dengan cara:

  1. Membandingkan hutang jangka panjang dan ekuitas.
  2. Berdasarkan perubahan tersebut, dapat ditentukan pengaruhnya terhadap kas yaitu apabila utang jangka panjang berkurang maka merupakan penggunaan kas.

2.7. Format Laporan Arus Kas

Laporan arus kas disajikan berurutan dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Kenaikan atau penurunan bersih dalam kas yang dilaporkan selama periode itu harus merekonsiliasi saldo kas awal dan akhir sebagaimana yang dilaporkan dalam neraca perbandingan. Format laporan arus kas sesuai dengan metode penyusunannya dapat dilihat dalam Tabel 1 dan tabel 2.

TABEL 1-FORMAT LAPORAN ARUS KAS (METODE LANGSUNG)

PT ABC

Laporan Arus Kas

Tahun yang Berakhir 20-2

Dalam rupiah

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Penerimaan kas dari pelanggan                                                30.150

Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan              (27.600)

Kas yang dihasilkan operasi                                                                 2.550

Pembayaran bunga                                                                            (270)

Pembayaran pajak penghasilan                                                     (900)

Arus kas sebelum pos luar biasa                                                   1.380

Hasil dari asuransi karena gempa bumi                                       180

Arus kas bersih dari aktivitas operasi                                                    1.560

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Perolehan anak perusahaan X dengan kas (Catatan A)       (550)

Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (Catatan B)     (350)

Hasil penjualan peralatan                                                                  20

Penerimaan bunga                                                                             200

Penerimaan deviden                                                                          200

Arus kas bersih dari aktivitas investasi                                             (480)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Hasil dari penerbitan modal saham                                              250

Hasil dari pinjaman jangka panjang                                            250

Pembayaran hutang sewa guna usaha keuangan                     (90)

Pembayaran deviden                                                                     (1.200)

Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan                                           (790)

Kenaikan bersih kas dan setara kas                                               290

Kas dan setara kas pada awal periode                                            120

Kas dan setara kas pada akhir periode                                          410

Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2002: 2.20

TABEL 2-FORMAT LAPORAN ARUS KAS

(METODE TIDAK LANGSUNG)

PT ABC

Laporan Arus Kas

Tahun yang Berakhir 20-2

Dalam rupiah

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Laba bersih sebelum pajak dan pos luar biasa                3.550

Penyesuaian untuk:

Penyusutan                                                                                  450

Kerugian selisih kurs                                                                    40

Penghasilan investasi                                                              (500)

Beban bunga                                                                                 400

Laba operasi sebelum perubahan modal kerja                 3.740

Kenaikan piutang dagang dan piutang lain                      (500)

Penurunan persediaan                                                           1.050

Penurunan hutang dagang                                                 (1740)

Kas yang dihasilkan operasi                                                        2.550

Pembayaran bunga                                                               (270)

Pembayaran pajak penghasilan                                        (900)

Arus kas sebelum pos luar biasa                                       1.380

Hasil dari asuransi karena gempa bumi                            180

Arus kas bersih dari aktivitas operasi                                        1.560

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Perolehan anak perusahaan X dengan kas (Catatan A)      (550)

Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (Catatan B)    (350)

Hasil penjualan peralatan                                                                 20

Penerimaan bunga                                                                           200

Penerimaan deviden                                                                         200

Arus kas bersih dari aktivitas investasi                                            (480)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Hasil dari penerbitan modal saham                                               250

Hasil dari pinjaman jangka panjang                                             250

Pembayaran hutang sewa guna usaha keuangan                      (90)

Pembayaran deviden                                                                     (1.200)

Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan                                           (790)

Kenaikan bersih kas dan setara kas                                                290

Kas dan setara kas pada awal periode                                             120

Kas dan setara kas pada akhir periode                                           410

Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2002: 2.21

Break Even Point (BEP)

Break Even Point yang biasa disingkat dengan BEP, yang di Indonesia kita kenal dengan TITIK IMPAS, termasuk alat analisa paling classic yang dipakai untuk menganalisa hubungan antara: Revenue/Sales, Cost, Volume & Profit. Dalam artikel ini kita akan coba explore sejauh yang kita bisa dan mengaplikasikannya kedalam suatu kasus bisnis. Saya pribadi tidak memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai Break Even Point. Terus terang, waktu masih jamannya kuliah, subject ini sangat membosankan buat saya. Tetapi sekarang saya merasa ini adalah salah satu minning knowledge (tambang pengetahuan) yang menantang untuk di explorize. Jadi sesungguhnya artikel ini lebih merupakan suatu pembelajaran sekaligus experiment bagi saya pribadi. Saya ingin mengetahui:

(-). Sejauh mana alat analisis ini bisa diterapkan dalam menjawab persoalan bisnis?
(-). Apakah memiliki suatu keterbatasan?
(-). Atau justru alat analysis ini bisa diaplikasikan untuk keperluan lain, tidak hanya sekedar untuk mengetahui break even point (misalnya: untuk membidik tingkat profit tertentu?).
(-). Apa bedanya BEP dengan ROC (Return of capital)? Apakah berhubungan?

Saya sangat berharap dengan research, explorasi dan experiment kecil-kecilan ini bisa memperoleh jawaban, sekaligus bisa berbagi dengan pengunjung blog ini, agar tidak perlu membuang waktu untuk ber-experiment sendiri, cukup hanya membaca hasil laporan saya ini🙂 Sukur-sukur jika bisa diaplikasikan pada usaha kecil yang baru anda rintis, misalnya: pizza kaki lima?, atau distro?, atau mini market di komplek perumahaan dimana anda tinggal? Atau bagi yang suka hal-hal berbau analytical works mungkin ingin mengembangkannya lebih jauh lagi. Silahkan….

Bagi yang tertarik dengan topic ini silahkan ikuti terus sampai selesai, sedikit agak panjang (memang tidak bisa dibuat singkat), bagi yang tidak silahkan baca artikel lainnya di blog ini. Bagi saya pribadi ini adalah tantangan yang meng-asyik-kan

Pengertian dan Formulasi “Break Even Point”

Pemahaman saya pribadi (dengan logika sederhana saja): Break Even Point adalah titik dimana Entity/company/business dalam keadaan belum memperoleh keuntungan, tetapi juga sudah tidak merugi. Jika dinyatakan dengan bahasa akuntansi keuangan mungkin jadinya: Suatu keadaan dimana:

REVENUE – COGS – EXPENSES = 0

Jika REVENUE – COGS – EXPENSES = 1, berarti di atas break even point (untung)
Jika REVENUE – COGS – EXPENSES = -1, berarti belum break even (masih rugi)

Setuju?.

Selanjutnya saya mencari-cari pengertian BEP sambil berharap untuk memperoleh pengertian yang lebih specific dan detail.

Berikut ini adalah pengertian Break even point yang saya temukan di http://www.organisasi.org:

Break Even point atau BEP adalah suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit.

Dan rumusnya :

Rumus Analisis Break Even :
BEP = Total Fixed Cost / (Harga perunit – Variabel Cost Perunit)

Cukup memuaskan?, menurut saya lumayan bagus, lebih detail dibandingkan pengertian saya, tetapi definisinya agak rancu (agak bias), coba kita cari lagi……… kali ini saya mencarinya di Yahoo Answer, dan saya menemukan penjelasan salah satu member disana, yang menurut saya sudah cukup detail, formula dan pengertiannya seperti dibawah ini:

BEP adalah Total Revenue = Total Cost
Total Revenue = Total Fixed Cost + Total Variabel Cost

Total Revenue adalah pendapatan total kita.Total Fixed Cost adalah total semua biaya tetap kita. Yaitu biaya yang “mau ga mau, produksi atau ga produksi” harus tetap dibayar.
Total Variabel Cost adalah total semua biaya variable. Yaitu biaya yang kita keluarkan untuk memproduksi satu unit produk. Singkatnya, BEP terjadi bila total seluruh pendapatan kita sama dengan total semua biaya yang kita keluarkan.
Kalau kamu mau tahu rumus BEP untuk satuan unit:
Total Fixed Cost/(Price-Variabel Cost)
Price adalah harga jual barang
”.

Okay, sepertinya kita mendapat pengertian yang kurang lebih sama, so seharusnya dari sini kita bisa tarik kesimpulan apa itu BEP.

Break Even Point” adalah titik dimana Revenue sama dengan Cost.

Pertanyaan saya: apakah itu saja sudah applicable?, apakah sudah bisa dijadikan tool untuk menjawab masalah suatu bisnis?.

Saya melanjutkan research kecil-kecilan saya, nah berikut ini adalah contoh kasus yang diungkapkan di http://www.organisasi.org:

Misalnya ada perusahaan konveksi kaos kaki murah yang harga sepasang kaos kaki adalah Rp. 10.000 dengan biaya variabel sebesar Rp. 5.000 per kaos kaki dan biaya tetap sebesar Rp. 10.000.000
BEP = 10.000.000 / (10.000 – 5.000)
BEP = 20.000

Jadi diperlukan memproduksi 20.000 kaos kaki untuk mendapatkan kondisi seimbang antara biaya dengan keuntungan alias profit nol.
“Wow”, great!, ternyata kita memperoleh jawaban yang lumayan applicable.

Sayang skalanya sangat kecil. Bisa dimengerti, mungkin hanya untuk memberikan pengetahuan dasar (basic knowledge) mengenai BEP. Masalahnya, mana mungkin ada suatu perusahaan memproduksi hanya sepasang kaos kaki.

Pengembangan Kasus Break Even Point

Ada beberapa pertanyaan yang mungkin bisa kita kembangkan:

1). Bagaimana jika kaos kaki yang dibuat 1000 pairs?

2). Bagimana jika pertanyaannya saya ubah: jika berproduksi 1000 pairs, pada harga berapa seharunya kaos kaki tersebut dijual agar perusahaan mencapai break even point?

3). Jika berproduksi 1000 pairs dengan harga Rp 10,000/pair, berapa fixed cost yang bisa dialokasikan agar perusahaan mencapai break even?

4). Jika berproduksi 5000 pairs, harga kaos kaki Rp 15,000/pair berapa lama perusahaan akan mencapai BEP?

5). Fixed Cost yang dimaksudkan pada contoh diatas meliputi apa saja? (walaupun sudah diungkapkan di yahoo answer di atas bahwa fixed cost yang dimaksudkan disini adalah pengeluaran-pengeluaran yang tidak dipengaruhi oleh aktivitas produksi) akan tetapi rasanya tidak cukup specific.

6). Yang dimaksudkan variable cost dari proses produksi kaos kaki disini apa saja?.

7). Bagaimana jika ada mixed cost (cost yang sebagian tergolong fixed cost, sisanya tergolong variable cost). Misal: Perusahaan menyewa genset untuk satu bulan Rp 10,000,000,- untuk penggunaan 8 jam saja, sedangkan kelebihan jam penggunaan akan dihitung Rp 25,000/jam. Perusahaan juga membayar gaji seorang salesman dengan Gaji Pokok Rp 2,000,000,- dan komisi 2% untuk setiap penjualan yang dihasilkan. Bagaimana menentukan BEP-nya?.

8). Bagaimana jika perusahaan tidak hanya menjual kaos kaki, perusahaan juga menjual kaos dalam dan celana dalam, bagaimana menghitung BEP-nya?

Sampai pada tahap ini, saya masih harus mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas. Apakah saya akan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut?, bagimana caranya memberdayakan alat ini (Break Even Point Analysis) agar bisa kita terapkan?, bagaimana penerapannya?.
Mari sama-sama mengeksplorasi diri tentang keterkaitan BEP terhadap usah kecil, dan menengah, agar kedepan kita dapat menjadi seorang enterpreuner yg jeli melihat profit.

penulis

Belajar forecast persediaan

FORECAST PERSEDIAAN

  1. 1. Pengertian

Persediaan adalah salah satu unsur modal kerja dan merupakan bagian aktiva lancar yang selalu dalm keadaan berubah. Macam persediaan antara lain:

1. Persediaan bahan baku

2. Persediaan barang dalam proses

3. Persediaan barang jadi/ barang dagangan

  1. 2. Perputaran Persediaan

Adanya investasi dalam persediaan yang terlalu besar dibandingkan dengan kebutuhan akan menyebabkan bertambahnya beban bunga, bertambahnya biaya penyimpanan di gudang, memperbesar kemunginan kerugian karena kerusakan serta turunnya kualitas dari persediaan sehingga semuanya akan mengurangi keuntungan perusahaan secara keseluruhan.

Rumus :

Tingkat perputaran persediaan (inventory turn over)

Penjualan Bersih

Persediaan rata-rata

Persediaan rata-rata

Persediaan awal + Persediaan akhir

2

Contoh Soal:

  1. a. Dalam Satuan Unit

–           Rencana penjualan                         = 300.000 unit

–           Persediaan awal                             =   50.000 unit

–           Persediaan akhir                            = 100.000 unit

Diminta : Tingkat perputaran persediaan

Jawab :

300.000 = 4 kali

75.000

Dalam setahun = 360 hari = 90 hari

4  kali

  1. b. Dalam Satuan Harga

–  Persediaan awal                                = Rp    200.000,-

–  Persediaan akhir                                = Rp    400.000,-

–  Penjualan bersih                                = Rp 3.600.000,-

Diminta : Tingkat perputaran persediaan  ?

Jawab :

3.600.000,- = 12 kali

300.000,-

Dalam setahun = 360 hari = 30 hari

12 kali

  1. 3. Kebijaksanaan Piersediaan
  1. Economic Order Quantity

Pengertian Economic Order Quantity (EOQ) adalah merupakan volume atau jumlah pembelian yang paling ekonomis untuk dilaksanakan pada setiap kali pembelian, atau jumlah kuantitas barang yang dapat diperoleh dengan biaya yang minimal.

Biaya variable yang harus diperhatikan dalam persediaan antara lain:

  1. Set Up Cost (procurrement)

Biaya-biaya yang berubah sesuai dengan frekwensi pesanan

  1. Carrying Cost yang berubah sesuai dengan besarnya persediaan, yang dihitung dengan menggunakan rumus :

EOQ                     = √ 2 X R X S

C

EOQ                     = Pembelian yang ekonomis

R                             = Jumlah (unit) yang dibutuhkan (pembelian) selama satu periode

S                             = Biaya pesanan setiap kali pemesanan (ordering cost)

C                            = Biaya penyimpanan per unit (carrying cost)

Syarat penggunaan rumus EOQ:

–         Pola produksi dan kebutuhan bahan selalu tersedia dan relative stabil

–         Harga bahan per unit relative konstan

Contoh :

Data kebutuhan bahan selama satu periode sbb:

–  Jumlah yang akan dibeli                     = 7.200 unit

–  Biaya pesanan                                   = Rp 500 untuk setiap kali pemesanan

–  Biaya penyimpanan per unit   = Rp 5

Diminta :

EOQ                     = √ 2 X R X S

C

EOQ                     = √ 2 x 7.200 x 500

5

EOQ                     = √ 1.440.000

EOQ                     = 1.200 unit

Frekwensi pemesanan selama satu periode :

7.200 unit = 6 kali pemesanan

1.200 unit

Contoh 2:

Jumlah bahan yang akan digunakan = 12.000 unit

Biaya pesanan = Rp 150 setiap kali pesan

Biaya penyimpanan 40% dari nilai rata-rata persediaan

DIMINTA :

Berapa jumlah pembelian yang ekonomis dan berapa kali harus dipesan?

Jawab :

EOQ                     = √ 2 X R X S

C

EOQ                     = √ 2 x 12.000 x 150

0.4 (40%)

EOQ                     = √ 9.000.000

EOQ                     = 3.000 unit

Frekwensi pemesanan dalam satu periode :

12.000 unit =  4 kali

3.000 unit

  1. Re Order Point (Rop)

Saat atau waktu tertentu dimana perusahaan harus mengadakan pemesanan kembali, sehingga datangnya pesanan tersebut tepat pada saat persediaan sama dengan nol (0) atau di atas safety stock .

Safety stock atau persediaan bersih adalah persediaan minimal yang harus dipertahankan utnuk menjamin kontinuitas tersedianya kebutuhan persediaan.

Faktor yang harus diperhatikan dalm penentuan Re order Point adalah:

  1. Penggunaan persediaan selama tenggang waktu untuk mendapatkan barang (Procurement lead time)
  2. Besarnya Safety Stock

Cara Menetapkan Re Order Point

  1. Menetapkan penggunaan selama Lead Time dan ditambah dengan prosentase tertentu

Rumus :

R O P  =  (lead time  x  kebutuhan)  +  safety stock

Contoh :

– Lead time                               = 5 minggu

– Kebutuhan selama lead time = 50 unit seminggu

– Safety stock                           = 50% dari penggunaan selama lead time

Diminta :

Pada tingkat persediaan berapa Re Order Point dilakukan

Jawab :

ROP                = (5 x 50 unit) + 50% (5 x 50 unit)

= 250 + 125

= 375 unit

  1. Menetapkan penggunaan selama lead time dan ditambah dengan penggunaan selama periode tertentu sebagai safety stock

Contoh 2 :

–  Lead time                                          = 4 minggu

–  Kebutuhan selama lead time  = 30 unit seminggu

–  Kebutuhan safety stock                     = 2 minggu

Diminta : Pada tingkat persediaan berapa Re Order Point dilakukan?

Jawab :

ROP                = (4 x 30 unit) + (2 x 30 unit)

= 120 + 60

ROP                = 180 unit

Soal – Soal

Soal 1

Suatu perusahaan untuk tahun 2008 memerlukan bahan mentah sebanyak 9.000 Kg. Biaya pesanan (Ordering Cost) rata-rata setiap kali pesanan adalah Rp 1.000,- Biaya penyimpanan (Storage cost) setiap kologramnya  adalah Rp 10,-. Diperkirakan pada permulaan tahun 2008 bahan mentah tersebut masih di gudang sebesar 3.000 Kg. Persediaan minimal (safety stock) untuk bahan mentah tersebut telah ditetapkan sebesar 2.000 Kg.

  1. Besarnya jumlah bahan mentah yang dibeli dalam tahun 2008
  2. Besarnya jumlah pembelian optimal setiap kali pembelian (economical Order Quantity) untuk tahun 2008

Soal 2

Suatu perusahaan salama tahun 2007 mempunyai kebutuhan bahan mentah selama setahun sebanyak 12.000 unit. Biaya pesanan setiap kali pesanan Rp 200,- dan biaya penyimpanan bahan di gudang 40% dari nilai rata-rata barang yang dibeli. Tenggang waktu pesanan barang adalah satu bulan dan persediaan minimal ditetapkan sebesar 2.000 unit. Harga beli bahan mentah Rp 10,- per unit dari data tersebut di atas diminta :

  1. Menghitung besarnya Economical Order Quantity dengan pembulatan ke atas dengan lima puluhan unit.
  2. Menentukan besarnya reorder point



Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ditulis dalam akuntansi. 2 Comments »