Laporan Keuangan

LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian dan Komponen Laporan Keuangan

Laporan Keuangan merupakan bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada publik yang merupakan ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan koperasi yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1, tujuan pembuatan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja arus kas koperasi yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan keuangan serta menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.

“Laporan keuangan koperasi terdiri dari neraca, perhitungan hasil usaha, laporan arus kas, laporan promosi ekonomi anggota dan catatan atas laporan keuangan”

(Ikatan Akuntan Indonesia, 2002:27.12). Penjelasan dari masing-masing laporan keuangan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Neraca

Neraca disajikan dengan memuat informasi mengenai aktiva, kewajiban dan ekuitas koperasi pada waktu tertentu.

  1. Perhitungan Hasil Usaha

Perhitungan hasil usaha menyajikan informasi mengenai pendapatan dan beban koperasi pada periode tertentu yang menghasilkan sisa hasil usaha. Sisa hasil usaha ini diperoleh dari hasil usaha dari anggota, laba atau rugi kotor dengan non anggota. Perhitungan hasil usaha mengingat manfaat dari usaha koperasi tidak semata-mata diukur dari sisa hasil usaha atau laba, tetapi lebih ditentukan pada manfaat bagi anggota.

  1. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas menyajikan informasi mengenai perubahan kas untuk arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

  1. Laporan Promosi Ekonomi Anggota

Laporan ini memperlihatkan manfaat ekonomi yang diperoleh anggota koperasi selama periode tertentu. Laporan promosi ekonomi anggota mencakup 4 unsur yaitu:

  1. Manfaat ekonomi dari pembelian barang atau pengadaan jasa bersama.
  2. Manfaat ekonomi dari pemasaran dan pengolahan bersama.
  3. Manfaat ekonomi dari simpan pinjam lewat koperasi.
  4. Manfaat ekonomi dari pembagian sisa hasil usaha.
  1. Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan ini memberikan informasi yang memuat perlakuan akuntansi antara lain: pengakuan pendapatan dan beban sehubungan dengan transaksi koperasi anggota dan non anggota, kebijakan akuntansi tentang aktiva tetap, penilaian persediaan, piutang dan sebagainya serta informasi lain mengenai laporan keuangan yang disajikan.

2.2. Laporan Arus Kas

2.2.1. Pengertian Laporan Arus Kas

“Laporan Arus Kas melaporkan penerimaan kas, pembayaran kas dan perubahan bersih pada kas yang berasal dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dari suatu perusahaan selama satu periode dalam suatu format yang merekonsiliasikan saldo awal dan akhir” (Herman Wibowo, 2002: 247).

Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.2 dinyatakan bahwa “Perusahaan harus menyusun laporan arus kas sesuai persyaratan dalam pernyataan ini harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan” (Ikatan Akuntan Indonesia, 2002: 2.12)

2.2.2. Kas dan Setara Kas

Sesuai dengan PSAK No.2 “Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro” (Ikatan Akuntan Indonesia, 2002:2.2). Kas aktiva lancar yang digunakan sebagai alat pembayaran yang siap dipergunakan kapan saja, yang dapat berupa uang tunai maupun rekening bank.

“Setara Kas adalah investasi yang sifatnya sangat liquid, berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan” (Ikatan Akuntan Indonesia, 2002:2.2).

2.3. Tujuan dan Kegunaan Laporan Arus Kas

2.3.1. Tujuan Laporan Arus Kas

  1. Memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas suatu kesatuan selama satu periode.
  2. Memberikan informasi atas dasar kas mengenai aktivitas operasi, investasi dan pendanaannya.

2.3.2. Kegunaan Laporan Arus Kas

Informasi dalam laporan arus kas akan membantu pihak-pihak yang berkepentingan dalam melakukan penilaian terhadap:

1.  Kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas bersih masa depan.

2. Kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya, kemampuannya membayar deviden, dan kebutuhannya untuk pendanaan ekstern.

3.  Alasan perbedaan antara laba bersih dan penerimaan serta pembayaran kas yang berkaitan.

  1. Pengaruh pada posisi keuangan suatu perusahaan dari transaksi investor dan pendanaan kas dan non kasnya selama satu periode.

2.4. Klasifikasi Laporan Arus Kas

Laporan arus kas mengklasifikasikan penerimaan kas dan pembayaran kas menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Karakteristik transaksi dan kejadian lain dari setiap jenis aktivitas adalah sebagai berikut:

  1. Aktivitas Operasi

Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indicator yang menentukan apakah dari operasinya perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar deviden dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber pendanaan dari luar (Ikatan Akuntan Indonesia 1994: 2.3).

Arus kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas penghasil utama perusahaan. Beberapa contoh arus kas dari aktivitas operasi adalah:

  1. Penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa.
  2. Penerimaan kas dari royalti, fee, komisi dan pendapatan lain.
  3. Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa.
  4. Pembayaran kas kepada karyawan.
  1. Aktivitas Investasi

“Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencermikan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan” (Ikatan Akuntan Indonesia 2002: 2.4). Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah:

  1. Pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak berwujud, aktiva jangka panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aktiva tetap yang dibangun sendiri.
  2. Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan dan peralatan, aktiva tak berwujud dan aktiva jangka panjang lain.
  3. Perolehan saham atau instrument keuangan perusahaan lain.
  1. Aktivitas Pendanaan

“Pengungkapan terpisah arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan perlu dilakukan sebab berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan” (Ikatan Akuntan Indonesia 2002: 2.5).

Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah:

  1. Penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya.
  2. Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham perusahaan.
  3. Penerimaan kas dari emisi obliges, pinjaman, wesel, hipotik dan pinjaman lainnya.

2.5. Sumber Informasi, Pendekatan dan Langkah-langkah Penyusunan Laporan Arus Kas

2.5.1. Sumber Informasi Penyusunan Laporan Arus Kas

  1. Neraca Perbandingan

Neraca perbandingan adalah neraca dua periode akuntansi yang berurutan yang menyajikan informasi mengenai perubahan aktiva, kewajiban dan ekuitas dari awal ke akhir periode.

  1. Perhitungan Hasil Usaha Tahun Berjalan

Perhitungan hasil usaha tahun berjalan menyajikan informasi mengenai pendapatan dan beban-beban usaha dan beban perkoperasian selama priode tertentu. Perhitungan hasil usaha menyajikan hasil akhir yang disebut sisa hasil usaha. Sisa hasil usaha diperoleh mencakup hasil usaha dengan anggota dan laba atau rugi kotor dengan non anggota.

  1. Data Transaksi Terpilih

Data ini diperoleh dari buku besar yang memberikan informasi terinci tambahan yang diperlukan untuk menentukan bagaimana kas disediakan atau digunakan selama periode itu.

2.5.2. Pendekatan Penyusunan Laporan Arus Kas

  1. Pendekatan Kertas Kerja

Pendekatan ini lebih baik digunakan dalam penyusunan laporan arus kas apabila banyak penyesuaian yang diperlukan, atau ada faktor-faktor lain yang menyulitkan.

Pedoman penting dalam menggunakan kertas kerja adalah:

  1. Dalam seksi perkiraan neraca, perkiraan dengan saldo debet dicantumkan terpisah dari yang bersaldo kredit.
  2. Bagian bawah kertas kerja terdiri dari seksi aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
  3. Pos-pos rekonsiliasi yang ditunjukkan dalam kertas kerja tidak dimasukkan dalam suatu jurnal ataupun diposkan dalam suatu perkiraan.

Langkah-langkah penyusunan kertas kerja adalah sebagai berikut:

  1. Masukkan perkiraan neraca dan saldo awal serta akhirnya dalam seksi perkiraan neraca.
  2. Masukkan data yang menjelaskan dalam perkiraan neraca (selain kas) dan pengaruhnya pada laporan arus kas dalam kolom rekonsiliasi kertas kerja.
  3. Masukkan kenaikan dan penurunan kas pada baris kas dan pada dasar kertas kerja. Pemasukan ini memungkinkan total dari kolom rekonsiliasi akan cocok.
  1. Pendekatan Perkiraan T

Pendekatan ini memberikan metode yang cepat dan sistematik untuk mengumpulkan informasi tepat yang harus disajikan dalam format laporan arus kas formal. Langkah-langkah yang digunakan dalam pendekatan ini adalah sebagai berikut:

  1. Tentukan kenaikan dan penurunan kas pada periode itu
  2. Poskan kenaikan atau penurunan ke perkiraan-T kas dan menetapkan enam klasifikasi dalam perkiraaan ini: kenaikan operasi, investasi dan pendanaan. penurunan operasi, investasi dan pendanaan.
  3. Tentukan dan poskan setiap kenaikan dan penurunan dalam setiap perkiraan non-kas
  4. Susun kembali ayat-ayat dalam perkiraan non-kas dan membukukannya ke dalam perkiraan non-kas yang terpengaruh.

2.5.3. Langkah-langkah Penyusunan Laporan Arus Kas

Langkah-langkah pokok penyusunan laporan arus kas adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan perubahan dalam kas

Prosedur ini bersifat langsung karena perbedaan antara saldo awal dan saldo akhir kas dapat dengan mudah dihitung dari pemeriksaan atas neraca perbandingan.

  1. Menentukan arus kas bersih dari aktivitas operasi

Dalam prosedur ini melibatkan analisis tidak hanya perhitungan hasil usaha tahun berjalan tetapi juga neraca perbandingan dan data transaksi terpilih.

  1. Menentukan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan

Semua perubahan lain dalam perkiraan neraca harus dianalisis guna menentukan pengaruhnya pada kas.

2.6. Penyajian Laporan Arus Kas

2.6.1. Penyusunan Laporan Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi

Prosedur ini merupakan penganalisisan perhitungan laba rugi tahun berjalan, neraca perbandingan dan data transaksi terpilih. Perusahaan melaporkan arus kas dari aktivitas operasi menggunakan salah satu metode berikut:

  1. Metode Langsung

Dalam metode ini sumber kas operasi dan penggunaan kas operasi dalam laporan arus kas ditentukan terlebih dahulu. Sumber utama kas operasi adalah kas yang diterima dari pelanggan sedangkan penggunaan utama dari kas operasi meliputi kas yang dibayarkan kepada pegawai. Informasi mengenai kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto dapat diperoleh dari:

  1. Catatan akuntansi perusahaan.
  2. Dengan menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan dan pos-pos lain dalam laporan laba rugi untuk:

1)   Perubahan persediaan, piutang usaha dan hutang usaha selama periode berjalan.

2)    Pos bukan kas lainnya.

3)    Pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan.

  1. Metode Tidak Langsung

Metode ini menyesuaikan laba bersih dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan (deferral) atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan masa depan dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi ditentukan dengan menyesuaikan laba serta rugi bersih dari pengaruh:

  1. Perubahan persediaan dan piutang usaha serta hutang usaha selama periode berjalan.
  2. Pos bukan kas seperti penyusutan, penyisihan, pajak yang ditangguhkan, keuntungan dan kerugian valuta asing yang belum direalisasi, laba perusahaan asosiasi yang belum dibagikan dan hak minoritas dalam laba rugi konsolidasi.
  3. Semua pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.

2.6.2. Penyusunan Laporan Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Penyusunan laporan arus kas dari aktivitas investasi dapat dilakukan dengan cara:

  1. Membandingkan investasi jangka panjang.
  2. Berdasarkan perubahan teresebut, dapat ditentukan pengaruhnya terhadap kas yaitu apabila investasi bertambah maka merupakan penggunaan kas dan apabila investasi berkurang maka merupakan penerimaan kas.

2.6.3. Penyusunan Laporan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Penyusunan laporan arus kas dari aktivitas pendanaan dapat dilakukan dengan cara:

  1. Membandingkan hutang jangka panjang dan ekuitas.
  2. Berdasarkan perubahan tersebut, dapat ditentukan pengaruhnya terhadap kas yaitu apabila utang jangka panjang berkurang maka merupakan penggunaan kas.

2.7. Format Laporan Arus Kas

Laporan arus kas disajikan berurutan dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Kenaikan atau penurunan bersih dalam kas yang dilaporkan selama periode itu harus merekonsiliasi saldo kas awal dan akhir sebagaimana yang dilaporkan dalam neraca perbandingan. Format laporan arus kas sesuai dengan metode penyusunannya dapat dilihat dalam Tabel 1 dan tabel 2.

TABEL 1-FORMAT LAPORAN ARUS KAS (METODE LANGSUNG)

PT ABC

Laporan Arus Kas

Tahun yang Berakhir 20-2

Dalam rupiah

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Penerimaan kas dari pelanggan                                                30.150

Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan              (27.600)

Kas yang dihasilkan operasi                                                                 2.550

Pembayaran bunga                                                                            (270)

Pembayaran pajak penghasilan                                                     (900)

Arus kas sebelum pos luar biasa                                                   1.380

Hasil dari asuransi karena gempa bumi                                       180

Arus kas bersih dari aktivitas operasi                                                    1.560

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Perolehan anak perusahaan X dengan kas (Catatan A)       (550)

Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (Catatan B)     (350)

Hasil penjualan peralatan                                                                  20

Penerimaan bunga                                                                             200

Penerimaan deviden                                                                          200

Arus kas bersih dari aktivitas investasi                                             (480)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Hasil dari penerbitan modal saham                                              250

Hasil dari pinjaman jangka panjang                                            250

Pembayaran hutang sewa guna usaha keuangan                     (90)

Pembayaran deviden                                                                     (1.200)

Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan                                           (790)

Kenaikan bersih kas dan setara kas                                               290

Kas dan setara kas pada awal periode                                            120

Kas dan setara kas pada akhir periode                                          410

Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2002: 2.20

TABEL 2-FORMAT LAPORAN ARUS KAS

(METODE TIDAK LANGSUNG)

PT ABC

Laporan Arus Kas

Tahun yang Berakhir 20-2

Dalam rupiah

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Laba bersih sebelum pajak dan pos luar biasa                3.550

Penyesuaian untuk:

Penyusutan                                                                                  450

Kerugian selisih kurs                                                                    40

Penghasilan investasi                                                              (500)

Beban bunga                                                                                 400

Laba operasi sebelum perubahan modal kerja                 3.740

Kenaikan piutang dagang dan piutang lain                      (500)

Penurunan persediaan                                                           1.050

Penurunan hutang dagang                                                 (1740)

Kas yang dihasilkan operasi                                                        2.550

Pembayaran bunga                                                               (270)

Pembayaran pajak penghasilan                                        (900)

Arus kas sebelum pos luar biasa                                       1.380

Hasil dari asuransi karena gempa bumi                            180

Arus kas bersih dari aktivitas operasi                                        1.560

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Perolehan anak perusahaan X dengan kas (Catatan A)      (550)

Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (Catatan B)    (350)

Hasil penjualan peralatan                                                                 20

Penerimaan bunga                                                                           200

Penerimaan deviden                                                                         200

Arus kas bersih dari aktivitas investasi                                            (480)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Hasil dari penerbitan modal saham                                               250

Hasil dari pinjaman jangka panjang                                             250

Pembayaran hutang sewa guna usaha keuangan                      (90)

Pembayaran deviden                                                                     (1.200)

Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan                                           (790)

Kenaikan bersih kas dan setara kas                                                290

Kas dan setara kas pada awal periode                                             120

Kas dan setara kas pada akhir periode                                           410

Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2002: 2.21

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: